Popular Posts

Puing-Puing Sejarah di Bawah Abu Merapi

Di kaki Gunung Merapi yang megah, tersimpan jejak kejayaan masa lalu yang kini hanya tinggal kenangan. Dahulu kala, wilayah ini adalah pusat Kerajaan Mataram Kuno, sebuah peradaban besar yang meninggalkan warisan berupa ratusan candi megah sebagai tempat suci bagi penganut agama Buddha dan Hindu.

Namun, takdir berkata lain. Letusan dahsyat Gunung Merapi pada tahun 1006 Masehi menjadi titik balik yang mengubah segalanya. Abu vulkanik yang tebal dan lahar panas menyapu bersih pemukiman, istana, dan bangunan suci. Kerajaan yang dulu gemilang itu pun “musnah” bersama peradaban masyarakatnya, terkubur dalam diam selama berabad-abad.

Salah satu saksi bisu dari tragedi itu adalah Candi Asu. Berbeda dengan Candi Borobudur yang masih tegak berdiri, candi ini kini hanya menyisakan fondasi dan dinding tanpa atap. Tingginya yang kini hanya sekitar 7,20 meter, jauh dari bentuk aslinya, menjadi bukti nyata betapa dahsyatnya kekuatan alam yang meluluhlantakkan segalanya.

Meski sebagian candi telah hilang ditelan waktu dan bencana, sisa-sisa yang tersisa kini dijaga sebagai Cagar Budaya. Di antara reruntuhan batu dan pepohonan yang rindang, kita masih bisa merasakan napas sejarah dan mengagumi ketangguhan masa lalu yang bertahan meski telah hancur lebur. (Amat Sukandar )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *