Popular Posts

Medang Kamulan: Dari Ramai Jadi Sepi, Menanti Gagasan Baru

Siapa yang tidak kenal Jalan Medang Kamulan? Jalan yang terletak hanya sekitar 150 meter dari kaki Candi Borobudur ini menyimpan banyak kenangan dan perubahan yang cukup signifikan.

Dulu, kawasan ini adalah pusat keramaian dan tempat parkir utama bagi ribuan pengunjung Candi Borobudur. Bus besar, mobil sedan, hingga kendaraan pribadi berjajar rapi di area yang kini tertutup pagar besi dan terlihat gelap. Jika tempat ini penuh, kendaraan akan memadati bahu jalan hingga ke luar area.

Namun, sekitar dua tahun lalu, semua berubah. Pemerintah memindahkan seluruh area parkir dan area Pedagang ,pusat keramaian ke Kampung Seni Kujon. Padahal, rencana pembangunan kawasan seni di lokasi tersebut sebenarnya sudah ada sejak tahun 2003 dengan nama “Pasar Seni Jaga Jawa”, namun saat itu ditolak oleh masyarakat sehingga tidak terealisasi. Gagasan baru baru mulai digulirkan kembali dan dinegosiasikan dengan pemilik tanah (sebagian besar merupakan tanah bengkok Desa Borobudur) menjelang akhir tahun 2023 hingga 2024.

Sejak pemindahan itu, suasana di Jalan Medang Kamulan berubah drastis. Kini jalanan terlihat sangat lengang, bahkan di malam hari pukul 19.00 hingga 19.30 pun terasa sepi. Padahal, dulu kawasan ini pernah sangat hidup berkat inisiatif dari masyarakat.

Ingat masa kejayaannya? Dulu ada inisiatif dari kelompok Ruwat Rawat Borobudur yang merintis kegiatan bernama ” Mirunggan Medang Kamulan”. Konsepnya sangat unik dan menyenangkan: jalan ditutup untuk kendaraan, diubah menjadi ruang publik terbuka. Di tengah jalan, warga dan pengunjung bisa duduk bercanda, ngopi bareng, dan bersantai. Di pinggir-pinggirnya disediakan area lesehan untuk menikmati suasana malam yang tenang di bawah bayang-bayang Candi Borobudur. Tak jarang juga diadakan pentas kesenian yang membuat suasana makin meriah dan kental budaya.

Sayangnya, setelah bertransformasi kebijakan berangkat dari asal. keberlangsungan kegiatannya kini menjadi tidak jelas. Tidak ada lagi hiruk pikuk pentas atau keramaian seperti dulu.

Padahal, potensi Medang Kamulan sangat besar. Lokasinya yang strategis, dekat dengan ikon wisata dunia, dan memiliki nilai sejarah yang tinggi seharusnya bisa dimaksimalkan kembali.

Maka dari itu, kini saatnya diperlukan gagasan-gagasan baru yang segar. Menggabungkan semangat dari konsep “Grass Root” yang akrab dan komunal, dengan sentuhan modern yang tetap menjaga kearifan lokal. Medang Kamulan layak untuk kembali hidup, bukan hanya sebagai jalan biasa, tapi sebagai ruang bertemu yang menyimpan cerita dan kehangatan bagi siapa saja yang datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *