1
1
1
2
3
4
5
Membangun Ruang Spiritual yang Damai di Tengah Arus Modernitas
Selama 24 tahun gerakan Ruwat Rawat Borobudur konsisten berjalan, satu pertanyaan fundamental terus membayangi: apakah kita memandang Borobudur sebagai warisan spiritual yang hidup, atau sekadar komoditas ekonomi?
Di tengah berbagai dinamika dan “kegaduhan” yang kerap muncul, kita seakan menjauh dari esensi kedamaian yang menjadi ruhnya. Padahal secara filosofis, Candi Borobudur adalah simbol perjalanan manusia dari belenggu duniawi menuju pencerahan (Nibbana). Ia bukan sekadar bangunan monumental, melainkan ruang kontemplasi dan transformasi batin.
Sebagai Situs Warisan Dunia yang ditetapkan oleh UNESCO, Borobudur memiliki Nilai Universal Luar Biasa (Outstanding Universal Value/OUV) yang menuntut keseimbangan antara pelestarian, perlindungan, dan pemanfaatan. Namun dalam praktiknya, orientasi pengelolaan sering kali lebih menonjolkan wisata massal dan kuantitas pengunjung dibanding penguatan nilai spiritual dan kulturalnya.
Ketegangan antara kesakralan, komodifikasi, dan upaya memanfaatkan nilai spiritual bagi kesejahteraan masyarakat inilah yang menjadi dasar diskusi webinar ini.
Forum ini bertujuan mendorong edukasi publik agar tumbuh kepedulian yang tulus rasa handarbeni terhadap Borobudur. Sebuah kepemilikan batin yang tidak lahir dari kepentingan “cuan”, melainkan dari kesadaran bahwa Borobudur adalah warisan peradaban yang harus dijaga bersama.
Masyarakat tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pelaku ekonomi wisata, tetapi harus diteguhkan sebagai penjaga makna. Dari sinilah diharapkan lahir transformasi: dari relasi yang bersifat transaksional menuju tanggung jawab moral dan kultural.
Webinar ini menjadi ruang refleksi bersama untuk menegaskan kembali visi kerakyatan dan spiritual Borobudur, agar ia tetap lestari bukan hanya secara fisik, tetapi juga dalam nilai, martabat, dan kesadaran kolektifnya.
TUJUAN WEBINAR
Webinar ke-4 – 24 Tahun Ruwat Rawat Borobudur
Narasumber :
Pangnanggap
Webinar Series akan diselenggarakan besuk :
Hari / Tanggal : Sabtu 14 Maret 2026
Pukul : 13.00 WIB
Metode : Link Zoom menyusul
Harapan dan Tujuan
Melalui diskusi ini, diharapkan peserta tidak hanya melihat Borobudur sebagai objek wisata atau peninggalan purbakala, tetapi sebagai “Kitab Kehidupan yang Terbuka”. Membaca Borobudur berarti membaca diri sendiri; menemukan kembali Pancer di tengah tarikan empat penjuru dunia.